Thursday, 11 August 2011

" Bandit Berdasi / Kratak / Duta " Asal Kayu Agung Palembang



Jupitter News _ Kayu Agung is a small city, about 70 km away from Palembang, South Sumatra Indonesia. The city is just like other small city. It is not so crowded and modern, but it has a unique thing to know. In the 70’s era (until now), there are so many people from this city go to other country, such as Malaysia, Singapore, Thailand, Australia, even America to make money not as workers, but as bandits called Duta (Indonesian language).

They make money by doing steal, rob, and pick pocket or something like that. Some of them have black magic so that they can do their job very well. The more interesting is, if they have much money from their job, they will set aside money for the poor or the needs.

Though Duta still exist until now, but they have difficulties to do their activities because of security equipments like CCTV and alarm. If you come to Kayu Agung, you will find some empty big houses, because the owner go abroad to be Duta/bandits.
 
 
Disini Jupi mo bilang ,ma temen - temen semua bahwa semua yang di ceritakan di atas benar adanya dan sampai sekarang pun tradisi " Kratak / Bandits KA " tetap ada dan akan terus ada selamanya,Jupi Bangga sebagai anak yang terlahir di Kota Kayu Agung tepatnya Kel. Cinta Raja yaahh walaupun saat ini Jupi bukan di jalan itu lagi ( Kratak ) tapi Jupi dah puas diri bahwa Jupi tlah di gembleng ,matang dan bisa mandiri samapi saat ini salah satunya dengan menjadi " Kratak " dan temen -  temen juga mesti tau bahwa Bandit KA tidak pernah merampok di negri sendiri melainkan ke negara2 besar dunia,dan tidak sedikit yang mengatakan bahwa Bandit KA adalah Bandit berdasi yang mempunyai jiwa sosial tinggi karena apabila mereka " Pulang Hidup " dan " Mutus / Berhasil " mereka akan menyumbangkan hasil rampokan mereka kapada fakir miskin,panti asuhan dan kepada kegiatan ibadah lainnya,dan perlu di ketahui juga bahwa Bandit - Bandit ternama yang menguasai Kota Palembang 89 % asal Kayu Agung,dan biasanya sehari sebelum berangkat merampok di rumah sang " Kratak " di adakan persedekahan dengan membaca surat Yasin dan Tahlil yg di tujukan kepada " Kratak " yang akan berangkat besok dan mereka pun berangkat sudah di anggap meninggal oleh keluarganya,dan apabila mereka 5 atau 6 bulan bahkan 1 tahun kedepan " Pulang Hidup " maka akan di adakan acara sakral yang serupa membagikan sebagian hasil kepada fakir miskin tinggal 2 sampai 3 bulan di rumah dan setelah itu berangkat lagi ke Negara lain begitulah selamanya dan ini sudah berjalan turun temurun sampai sekarang.JIME OWAM YESSSS...!!!
 
 
 
Jupi adalah alumni SMANSAKA Angktn 1996 Jurusan A.ll (Biologi)
 
 
Sumber : http://mysriwijaya.blogspot.com/2008/05/bandit-from-kayu-agung.html

No comments:

Post a Comment