Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
Showing posts with label Budaya Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Budaya Indonesia. Show all posts

Saturday, 3 December 2011

Melirik Kerajaan Majapahit di Masa Kini


Jupitter News _ Situs Trowulan merupakan satu”nya situs perkotaan masa klasik di Indonesia. Situs yang luasnya 11 KM x 9 KM, cakupannya meliputi wilayah kecamatan Trowulan dan Sooko di Kabupaten Mojokerto serta kecamatan Mojoagung dan Mojowarno di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Di daerah ini banyak pengrajin arca” dan kerajinan dari batu, yang hasilnya nyaris tidak bisa dibedakan dengan yang asli. Tapi sangat disayangkan, beberapa pengrajin sangat keberatan utk diambil gambarnya.
Peradaban Majapahit bukanlah sebuah legenda, sosoknya ditopang oleh bukti” otentik arkeologis yang tertinggal dari jamannya. Setiap peninggalan kebesaran Majapahit mengandung nilai historis dan ilmu pengetahuan.


Situs bekas kota Kerajaan Majapahit ini dibangun di sebuah dataran yg merupakan ujung penghabisan dari tiga jajaran gunung; Penangungan, Welirang dan Anjasmara


Gapura Wringin Lawang

Terletak di desa Jatipasar, kec Trowulan, kab Mojokerto. Terbuat dari Bata, Kecuali bagian anak tangganya terbuat dari Batu. Bentuk gapura adalah candi bentar (candi terbelah dua) dengan denah empat segi panjang berukuran panjang 13 m lebar 11,5 m sementara tinggi bangunan 15.50 m dan orientasi bangunan mengarah timur-Barat. Jarak antara 2 bagian gapura selebar 3.5 M. Dihiasi taman yang indah. dan lokasi yang sejuk. Kata penjaga” Diyakini ini adalah gerbang dari suatu kompleks atau merupakan gerbang dari kerajaan Majapahit itu sendiri. Dipersilakan bagi teman” Kaskuser utk mengadakan acara di tempat ini.
Banyak fenomena dan keunikan yang kami alamai selama menelusuri Majapahit ini.



Taman yang Asri



Bentuk Candi Bentar..



Bentuk susunan Bata tanpa perekeat.
Menurut penjaga cara melekatkan bata ini ada dua cara:
1. Dengan digosok antara dua bata tersebut sampai berhenti.
2. Memakai putih telur.
Ini masih menjadi penelitian….




Kolam Segaran

merupakan salah satu dari 32 waduk/kolam kuno Majapahit. Bentuk denah kolam empat persegi panjang berukuran panjang 375M, lebar 125M. Dinding kolam setinggi 3,6 M sementara lebarnya 1,6 M. Bahan bangunan kolam terbuat dari Bata yg direkatkan satu sama lain dengan cara digosokkan tanpa menggunakan perekat. Pada bagian tenggara terdapat saluran yang mengalirkan airnya ke kolam, sementara pad bagian barat laut terdpat saluran pembuangan air.




Menurut cerita rakyat pada masa kejayaan Majapahit, Kolam Segaran digunakan sebagai tempat rekreasi dan menjamu tamu dari luar negeri. Diceritakan apabila pejamuan telah usai, maka peralatan perjamuan seperti piring, mangkuk, dan sendok yg terbuat dari emas dibuang di kolam untuk menunjukkan betapa kayanya kerajaan Majapahit. Sebagian peneliti lain menyebutkan segaran sebagai penambah kelembapan / kesejukan udara kota Majapahit.


Religi & Kesusasteraan

Kehidupan religius pada masa Majapahit telah memberikan andil yg besar dalam perkembangan peradaban manusia Majapahit. Semuanya itu terekam dan tersurat dalam karya” sastra yg sangat indah dan bermutu diantaranya seperti Kakimpoi Negarakertagama, arjunawiwaha, Sutasoma, Lubhaka, Writasancaya dan Kunjakarna.


Peraturan Pada Masa Majapahit

Untuk mengatur kehidupan rakyatnya, kerajaan Majapahit telah memiliki sejumlah peraturan yg terkumpul dalam kitab perundang”an. Kitab tsb berisi baik tentang hukum pidana maupun perdata. Peraturan tersebut berlaku bagi setiap orang.


Teknologi dan Kesenian Masa Majapahit

Keagungan karya arsitekturural masa Majapahit yang dapat disaksikan kini tidak lain merupakan cerminan dari kemampuan mewujudkan simbol dan spirit religius dewa-raja melalui peradaban keunggulan teknologi rancang bangun dan kesenian. Sosoknya hadir dalam percandian yang dipersembahkan sebagai pendharmaan bagi raja, titisan sang dewa yang mangkat.


Struktur Pemerintahan

Sebagai kerajaan yg besar, Majapahit mempunyai aparat pemerintahan yg lengkap. Raja mempunyai banyak pembantu sebagai pelaksana. Hierarkhi pemerintahan kerajaan Majapahit adalah sebagai berikut;
1.Raja: merupakan pemegang pucuk pimpinan kerajaan.
2. Yuwara/Kumararaja: jabatan yg diduduki oleh putra/putri raja.
3. Rakyan Mahamantri Katrini: Dewan yg bertugas melaksanakan politik negara.
4. Rakyan Mahmantri ri pakiran”: dewan ini juga melaksanakan politik negara.
5. Dharmadyaksa : merupakan kepala bidang keagamaan
6. Dharmopapati; merupakan dewan yg juga mengurusi keagamaan





Pusat Informasi Majapahit

Koleksi Museum
Sesuai dengan sejarahnya, koleksi pusat Informasi Majapahit didominasi oleh benda cagar budaya peninggalan Majapahit. Melalui peninggalan tersebut dapat beberapa aspek budaya Majapahit dapat dikaji lebih lanjut, seperti bidang pertanian, irigasi, arsitektur, perdagangan, perindustrian, agama dan kesenian. Keseluruhan koleksi tersebut ditata di gedung, pendopo maupun halaman museum. Berdasarkan bahannya koleksi Museum Trowulan yg dipamerkan dapat diklarifikasikan menjadi beberapa kelompok.


1.Koleksi Tanah Liat (Terakota)

a.Koleksi Terakota Manusia
b.Alat” Produksi
c.Alat” Rumah Tangga
d.Arsitektur


2.Koleksi Keramik

yg dimiliki oleh Pusat Informasi Majapahit berasal dari beberapa negara asing seperti Cina, Thailand & Vietnam. Keramik” tersebutpun memiliki berbagai bentuk dan fungsi, seperti guci,teko, piring, mangkuk, sendok dan vas bunga.

3. Koleksi Logam

Koleksi Benda cagar budaya berbahan logam, seperti koleksi mata uang kuno, koleksi alat” upacara seperti bokor, pedupaann, lampu cermin, guci dan genta dan koleksi alat musik.


4. Koleksi Batu

Koleksi miniatur, dan komponen candi candi koleksi arca. koleksi relief, koleksi prasasti.


Berbagai Koleksi Museum





Sumber : http://www.salamnusantara.com/2011/06/25/m-a-j-a-p-a-h-i-t/

Tuesday, 15 November 2011

Songket Antik Jaman Sriwijaya



Jupitter  News _ Songket sudah menjadi ikon Sumsel,khususnya Kota Palembang. Bila dikenal lebih dalam, songket tidak cuma merupakan hasil karya seni yang tinggi,tetapi juga mengandung makna budaya yang mendalam. Terlebih lagi, songket yang merupakan hasil tenun yang masih menggunakan alat tradisional dan merupakan buah tangan wanita yang berusia ratusan tahun, songket juga bernilai sejarah tinggi.Salah satu songket yang bernilai tinggi adalah songket antik jenis lepus yang merupakan peninggalan zaman kerajaan Sriwijaya yang sarat dengan nilai seni dan sejarah yang tinggi.

Memiliki nilai sejarah yang tinggi, lantaran pembuatannya memakan waktu sampai bertahun-tahun dan lebih uniknya lagi songket ini berumur mencapai 250 tahun.Seperti diungkapkan Hj Eka Rachman selaku kolektor songket antik sekaligus pemilik toko Pesona Bari Songket, saat ditemui wartawan TOP di kediamannya toko Pesona Bari Songket Jl Kapt Cek Syech 34 Rt 01/24 ilir (Depan SDN 4) Palembang. Menurutnya, mengoleksi dan berbisnis songket mempunyai kepuasan dan keunikan tersendiri, apalagi bila dilihat mulai dari segi pembuatan yang menggunakan bahan dari benang emas dan kain sutra berkualitas tinggi pada zamannya, serta sejarahnya yang sudah turun temurun. Pada zaman Sriwijaya yang sudah memasuki abad ke-9, para pembuat songket dominan wanita yang belum menikah dan pembuatannya pun dimulai dari usia 12 tahun, sebab pada zaman itu para wanita yang ingin menikah harus membuat songket sendiri untuk pakaian yang dikenakan pada pernikahannya. “Pengerjaan songket ini juga bisa memakan waktu sampai bertahun-tahun untuk satu songketnya, sebab wanita pada zaman itu kegiatannya hanya membuat songket karena memang pada zaman itu belum ada fasilitas seperti zaman sekarang sehingga kegiatan para wanita pada zaman itu hanya membuat songket,” urainya.

Uniknya lagi, Eka menambahkan, bukan hanya dari kalangan wanita biasa yang membuat songket pada zaman Sriwijaya, tetapi dari kalangan wanita keturunan bangsawan pun ikut membuat tenun sendiri untuk pernikahannya. Sedangkan yang membedakannya dari alat tenun yang biasa digunakan oleh kaum bangsawan adalah karena alat tenunnya terbuat dari ukiran kayu. “Pembuatan songket pun tidak sembarangan karena dibutuhkan ketenang dan berjiwa seni tinggi sehingga menghasilkan songket yang sarat dengan nilai seni tinggi dan tingkat kerapian dari songket itu sendiri,” urai ibu dari Saira, Carisa, Bela, dan Fattahila ini. Pemilik Pesona Bari Songket ini menjelaskan,selain mengoleksi dan menjual songket antik turun temurun dari tahun 1952 sampai sekarang, dia juga menjual songket hasil tenun sendiri dan bisnis ini pun sudah digelutinya sejak tahun 1990 dengan menjual berbagai jenis songket, seperti songket lepus, tretesmider, janda berias, bunga cina, bunga inten, bunga pacik dan bunga jepang serta pernak pernik yang berbahan songket. “Alhamdulillah, kita sudah memasarkannya hingga ke mancanegara. Karena bisnis dan koleksi kita yang melestarikan songket, kita juga pernah mendapat penghargaan dari presiden dengan kategori usaha pelestarian budaya dan pengbdian budaya Indonesia,”tutupnya.



Sumber : http://top.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=50:songket-zaman-kerajaan-sriwijaya&catid=44:unik&Itemid=63

Wednesday, 20 July 2011

9 Mahluk Mitologi Asli Indonesia

Jupitter NewsNahhh di postingan kali ini Jupi mua mengajak teman - teman semua melirik tentang mahluk - mahluk Mitologi yang asal nya asli dari Negara kita Republik Indonesia...thuuuu Bangga kan kita sebagai warga negara NKRI...berarti bukan hanya negara - negara lain saja yang mempunyai sejarah penting. Dan di samping itu juga Negara kita kaya akan Budaya,keaneka ragaman bahasa dan adat istiadat juga berbagai suku dan sosial budaya...nahhh untuk itu mari ikut Jupi melihat keaneka ragaman tersebut salah satunya Mahluk - mahluk Mitologi tadi....Yuuuukkkkk.....

 
1. Orang Pendek

Orang Pendek adalah hewan kriptid asal Pulau Sumatera dan telah dikenal sejak 100 tahun lalu oleh penghuni hutan, penduduk, kolonis belanda dan ilmuwan. Penelitian menyebutkan bahwa orang pendek adalah primata berjalan yang memiliki sekitar 80 cm dan 150 cm.



2. Lembuswana

Makhluk Mitologi ini sering dijadikan simbol dalam kerajaan2 jaman dulu seperti Mulawarman, dan di Cungkup Sunan Prapen. Lembuswana adalah hewan dengan kepala berbentuk gajah yang menggunakan mahkota yang memiliki sepasang sayap dan di keempat kakinya terdapat cula/taji (red: seperti ayam). Masih menurut mitos penduduk sekitar sungai Mahakam, Lembuswana adalah penguasa sungai Mahakam yang tinggal dan bernaung di dasar sungai Mahakam.



3. Orang Bati

Orang Bati adalah hewan yang berada di legenda Pulau Seram. Hewan ini memiliki tubuh seperti manusia dan bersayap seperti kelelawar. Diceritakan bahwa ia tinggal di gunung Kairatu dan suka menculik anak kecil untuk disantap.




4. Naga Besukih

Naga Besukih adalah naga yang diceritakan dalam asal-usul selat Bali. Dalam cerita, Naga ini dapat dipanggil menggunakan genta pemujaan milik Begawan Sidi Mantra. Juga diceritakan bahwa ia dapat mengeluarkan emas dan permata dari dalam sisiknya.





5. Garuda

Garuda adalah salah satu dewa dalam agama Hindu dan Buddha. Ia merupakan wahana Dewa Wisnu, salah satu Trimurti atau manifestasi bentuk Tuhan dalam agama Hindu. Garuda digambarkan bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah. Paruh dan sayapnya mirip elang, tetapi tubuhnya seperti manusia. Ukurannya besar sehingga dapat menghalangi matahari.




6. Ahool

Ahool adalah hewan seperti kelelawar raksasa atau beberapa menyebutkan seekor Pterodactil yang tinggal di hutan di Pulau Jawa. Beberapa informasi mengatakan bahwa Ahool memiliki panjang sayap sekitar 3 meter. Pertama kali dijelaskan bahwa ia terlihat di gunung Salak.





7. Veo

Veo adalah hewan kriptid asal pulau Rinca dan digambarkan oleh Carl Shuker dalam buku The Beasts That Hide from Man: Seeking the World’s Last Undiscovered Animals mirip Teringgiling tapi ukurannya sebesar kuda.




8. Ebu Gogo

Ebu Gogo adalah makhluk seperti manusia yang muncul pada mitologi penduduk pulau Flores, Indonesia, yang memiliki bentuk yang mirip dengan leprechaun atau peri. “Orang kecil” tersebut dikatakan memiliki tinggi satu meter, ditutupi rambut, periuk-berperut, dan dengan telinga yang menjulur. Mereka berjalan agak kikuk dan sering “berbisik” yang dikatakan sebagai bahasa mereka. Penduduk pulau juga berkata bahwa Ebu Gogo dapat mengulangi apa yang mereka katakan.




9. Warak Ngendog

Warak Ngendog adalah hewan mitos yang digambarkan seekor badak membawa telur di punggungnya. Bagian-bagian tubuhnya terdiri dari Naga (Cina), Buraq (Arab) dan Kambing (Jawa). Biasanya dijadikan maskot dalam acara Dugderan yang dilaksanakan beberapa hari sebelum bulan puasa.






Sumber : http://www.salamnusantara.com/2011/07/01/9-makhluk-mitologi-asli-indonesia/