Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
Showing posts with label Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan. Show all posts

Monday, 16 January 2012

Tradisi Mahasiswa Dan Mahasiswi Korea Telanjang Bulat Di Depan Umum Selepas Wisuda




Jupitter News _ Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak mengatakan, reformasi pendidikan merupakan salah satu agenda utama negara tahun ini.

Ia berjanji untuk selalu hadir dalam setiap pertemuan bulanan, yang diadakan untuk mengubah sistem pendidikan masyarakat.


"Reformasi pendidikan salah satu agenda utama pemerintah kita tahun ini," kata Lee dalam pidato lewat radio dua kali seminggu.

"Pemerintah akan mengagendakan pertemuan setiap bulan untuk meninjau kebijakan mengenai kurikulum pendidikan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan budi pekerti siswa. Diharapkan dalam waktu dekat orangtua dan guru akan langsung merasakan perubahan yang nyata," kata Lee.

Lee mengumumkan kebijakan tersebut setelah menyaksikan puluhan gambar telanjang para remaja yang merayakan wisuda mereka.

Gambar telanjang para remaja yang berpesta telanjang ini muncul di ranah internet dan mengejutkan para orangtua maupun guru.

Berbagai komentar negatif terhadap ulah para remaja bermunculan.

"Mereka telah menodai adat istiadat, kebudayaan dan keramahan bangsa ini. Namun masalah yang mendasar adalah bagaimana menyadarkan para siswa tentang arti sebuah pendidikan," kata Lee.

Pekan lalu, Lee menyebut masalah tersebut sebagai gegar budaya yang melanda remaja adalah masalah dan penyakit serius yang harus segera diberantas.

"Kita harus mulai melakukan pendekatan terhadap para remaja lewat arti pentingnya budaya dan adat istiadat dan menanamkannya dalam pikiran mereka," kata Lee.


Sumber : http://www.dimedan.net/2011/05/tradisi-mahasiswa-mahasiswi-korea.html

Wednesday, 11 January 2012

Hasil Polling 44,8 % Mahasiswi Kota Bandung Melakukan Sex Bebas Di Kamar Kost


Kota Bandung - Gudangnya Cewek Cantik


Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Anak Dan Remaja Indonesia (Sahara Indonesia) melakukan polling di kota Bandung dan hasilnya adalah 44,8% mahasiswi dan juga remaja Kota Bandung sudah pernah melakukan hubungan intim (seks).

Sebagian besar mahasiswa dan mahasiswi yang melakukan hubungan seksual tersebut berada di tempat kos. Bagaimana cara mahasiswi tersebut menjadikan rumah kos sebagai tempat prostitusi dan kemudian atas dasar apakah sehingga mereka bisa masuk kedalam budaya Free seks bebas?

Rumah yang jauh dari kampus membuat banyak mahasiswa dan mahasiswi di Bandung memilih hidup di tempat kos. Dampaknya adalah mereka menjadi mandiri dan akhirnya bisa mengambil keputusan dan tindakan sendiri serta tidak lagi cengeng. Tapi disisi lain, lemahnya kontrol dari pihak orang tua mereka dan juga pemilik rumah kos membuat para mahasiswi tersebut melakukan hubungan seksual pra nikah dikamar-kamar mereka.

Dari 1.000 orang mahasiswa dan polling yang dilakukan oleh LSM Sahara Indonesia dari tahun 2000 sampai 2002, diketahui bahwa tempat yang paling sering mereka melakukan hubungan intim di rumah tempat kos (51,5 %), kemudian menyusul di rumah-rumah pribadi (sekitar 30 %), ada juga di rumah sang cewek (27,3 persen), kemudian dihotel atau wisma (11,2 persen), ditaman luas (2,5 persen), ditempat rekreasi dan bersantai (2,4 persen), seks di ruangan kelas dikampus Bandung (1,3 persen), ada di dalam mobil goyang (0,4 persen) dan lain-lain tak diketahui (0,7 %).

Adanya pola hubungan yang tidak akrab antara pemilik rumah kos dengan mahasiswi membuat kehidupan seksual di tempat kos menjadi sangat bebas, demikian kata Agus Mochtar, Ketua Sahara LSM Indonesia.

Agus Mochtar juga menambahkan, bahwa sebanyak ada sebanyak 72,9 persen responden wanita yang mengaku hamil. Dan diantara mereka ada sebanyak 91,5 persen telah pernah melakukan mengeluarkan janin atau aborsi dan jumlahnya ada beberapa kali. Tindakan Aborsi tersebut biasanya menggunakan dukun beranak (94,8 %) dan hanya terdapat 5,2 % aborsi cewek yang dilakukan dengan adanya bantuan petugas paramedic. Selain itu, terdapat 33,2 % (cewek) dan ada 16,8 % (laki-laki) yang mengaku telah menderita penyakit seksual kelamin akibat adanya hubungan Free seks bebas itu.

Yang mengagetkan ternyata para peserta polling tersebut melakukan hubungan seksual tersebut tanpa dipaksa atau suka dan sama suka dan adanya rasa kebutuhan. Dan ada juga yang mengaku aktif melakukan hubungan seksual lebih dari satu orang pasangan.

Kurangnya Pengetahuan Reproduksi

Sangat lemahnya pengawasan orang tua dalam membangun komunikasi dengan sang anak, menurut psikolog Nia R Raihanah Psi seorang peniliti dari Biro Psikologi Salman (Bipsis) kota Bandung. Orang tua hanya berfikir bagaimana mengirimkan uang kuliah kepada mahasiswi tersebut.

Biasanya para mahasiswi itu memasukkan pacar dan mahasiswa ke kamarnya pagi hari dan keluar sekitar jam 9 malam agar tidak diketahui masyarakat sekitar atau pemilik rumah kos.

Menurut Nia pendidikan reproduksi terhadap kawula muda penting dilakukan. Para mahasiswa tersebut rata-rata mempunyai asal daerah dari luar kota Bandung.


Sumber : http://warehouse1994.blogspot.com/2012/01/parah-mahasiswi-bandung-lakukan-s3ks-di.html

Wednesday, 21 December 2011

Kata Orang Jepang,Di Indonesia Pisang Kok Di Goreng...???


Jupitter News _ Indonesia senang makan makanan gorengan. Begitu senangnya, sampai-sampai jenis buah-buahan seperti pisang pun digoreng. Itulah mengapa supermarket kita dipenuhi minyak goreng. Kenaikan harga minyak goreng menjadi isu nasional. Bahkan seorang Menteri bisa jatuh gara-gara salah menangani minyak goreng.

Di Jepang, minyak goreng termasuk barang yang dihindari, bahkan dijauhi. Ibu-ibu seperti orang aneh manakala kereta belanjaannya dihiasi minyak goreng. Warga Jepang senang merebus atau makan mentah. Sayur, ikan, daging, telur, semua direbus atau dimakan mentah. Dengan gaya hidup seperti ini, kolesterol bukan isu di Jepang, kendati menu makanan senantiasa dihiasi udang, cumi-cumi, dan telur rebus.

Pisang goreng membuat warga Jepang sulit memahami. Kok buah-buahan digoreng? Untung ya, tidak ada mangga goreng. Di Tokyo, ada restoran khusus kepiting. Namanya Restoran Kanidoraku. Sajiannya, sesuai namanya, kepiting laut dalam berbagai variasi menu. Hampir pasti, restoran seperti ini sulit berkembang di Indonesia. Semua orang berduit dibelit masalah kolesterol. Kira-kira sama susahnya dengan restoran cumi-cumi. Pasti cepat bangkrut.

Restoran Kani Doraku menyajikan tiga jenis kepiting rebus sebagai menu pembuka. Ada rajungan, ada juga kepiting bulu. Selanjutnya, kepiting mentah. Terasa nikmat setelah dicelup di kecap manis, "sambal" utamanya orang Jepang. Tentu saja ada sushi kepiting. Daging kepiting mentah diletakkan di atas nasi ala lemper yang di tengahnya terdapat lembaran agar-agar.

Berikutnya sop kepiting, sayur bening kepiting, dan kue kepiting. Minumannya teh hijau tanpa gula. Minuman penutupnya es krim yang dicampur teh hijau. Teh hijau dan agar-agar merupakan rahasia kesehatan orang Jepang. Bukan cuma kolesterol yang tidak menjadi masalah bagi orang Jepang. Dua sajian itu diyakini juga sebagai rahasia di balik tubuh langsing orang Jepang. Jarang sekali menemukan orang gemuk di Negeri Matahari Terbit ini.



Sumber : http://akatsuki-ners.blogspot.com/2011/12/orang-jepang-kok-di-indonesia-pisang.html

Saturday, 26 November 2011

Warung terJUJUR Di Dunia


Jupitter News _ Sebenarnya sih ini bukan pasar yah karena penjual disana adalah para petani yang membuka lapak sendiri-sendiri untuk menjual hasil kebunnya yang tersisa (kebanyakan).

Dan kalau dilihat, tidak ada bedanya dengan pasar yang ada di Indonesia, kecuali satu perbedaannya yaitu tidak ada orang yang menjaga untuk lapaknya tersebut.


Jadi bagaimana transaksinya? mudah kok, mereka (si penjual) telah mencantumkan harga di setiap barang dagangannya dan apabila ada pembeli yang datang untuk membelinya, si pembeli cukup masukkan uang seharga barang yang dibeli ke tempat yang telah disediakan.

Dan percaya atau tidak, boleh dibilang hampir tidak ada satupun petani yang rugi karena berdagang dengan cara sepeti ini. Atau dengan kata lain, semua pembeli selalu membayar apa yang mereka ambil.


Nah, ini dia sebenarnya yang ingin kami bahas, yaitu KEJUJURAN yang menurut kami saat ini semakin langka di dunia, terutama di Indonesia.

Kami sempat membaca berita bahwa ada sekolah menengah di Indonesia yang mendirikan 'kantin kejujuran' dan hanya dalam waktu hitungan minggu, kantin tersebut bangkrut karena ternyata banyak siswa/ siswi yang tidak membayar sehabis makan.

Padahal di lain sisi, kantin itu berada di salah satu sekolah favorit di daerahnya yang berarti pasti sebagian besar siswa/ siswi disana dari golongan cukup mampu.

Mohon maaf kalau kami tidak sependapat dengan anggapan bahwa 'orang yang tidak jujur itu pasti identik dengan orang miskin' dan karena mereka tidak punya uang makanya mereka berbuat tidak jujur.

Menurut kami, KEJUJURAN bukanlah sesuatu yang bisa diukur dari banyaknya materi maupun tingkat pendidikan tetapi lebih ke moral dan rasa malu yang bisa ditanamkan oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.

Dalam hal ini, kita tidak harus selalu mencontoh teknologi yang berasal dari Jepang saja tetapi tidak ada salahnya kita juga mencontoh moral dan rasa malu yang mereka miliki.

Benar, tidak semua orang Jepang disana jujur tetapi setidaknya kalau bicara persentase, tentu jauh lebih baik dari negara kita. Setuju kan dengan kita?



Sumber : http://www.mrcoppas.com/2011/11/warung-terjujur-di-dunia.html

Friday, 26 August 2011

Panglima Burung Suku Dayak



Jupitter News _ Hi bro, we rang a few days the news of the death of the person most in your time on this earth by the Americans that Osama bin Laden, why are so crowded bro, probably because of the controversy in the treatment Obama bury the bodies into the sea and also the photographs that circulated in fake news media believe, ahh nggk endless discuss the issue bro, now we are into the mystery of this one first bro, up, s of pictures of birds at the top commander, was a fake bro .. nggk reception, immediately wrote SEEP Yes.



In the Dayak people, believed to be a creature which was mentioned very Court, Way, Knights, and charismatic. The figure is said to inhabit the mountains in the interior of Borneo, and the figure is always in contact with the supernatural. Then figure highly in dewakan by the person dayak considered a spiritual leader, warlord, teachers, and elders are honored. Dayak is the warlord, Commander of the bird, called by the Dayak Pangkalima inland.
 
There are countless versions of the story about this figure, especially after his name sticking out during the riots of Sambas and Sampit. Someone mentioned he had lived for hundreds of years and lived on the border between West Kalimantan and Central Kalimantan. There is also news of the Commander of the intangible magic bird and can be shaped male or female depending on the situation. Also on the figure of the Commander of the Bird which is a Dayak community leaders who have gone, but his spirit can be encouraged to communicate through a ritual. Until the story says he was an incarnation of the hornbill, a bird considered sacred and holy in Borneo.

There is also a version that tells us that the Commander of the Bird is the title given to a commander on the ground Meliau, the District, West Kalimantan. Commander of daily life is like ordinary people (just do not get married) and the figure of his commander will be present if there is chaos in the land of Dayak. Likewise with the Commander of the Dragon. Commander of the Dragon is a resident of Nanga Mahap, Sekadau District, West Kalimantan.Commander of the Dragon has passed away, but he has a nephew and family. One of the Dragon is the nephew of the Commander of District Council members Sekadau 2004-2009. So Bird Commander, Commander of the Dragon is a figure that actually exist. So tell me which version.

In addition to the many versions of the story, across Borneo there are also many people who claim to be Commander Bird, either in Tarakan, Sampit, or Pontianak.
Then how a Commander bird, how could he represent the Dayak?. In addition to powerful and invulnerable, Commander Bird also is a figure of calm, quiet, patient, and do not like making trouble. This is consistent with the typical Dayak people who are also friendly and patient, sometimes even shy. Quite difficult to persuade people to want to be photographed inland Dayak, sometimes had to deliver compensation in the form of clove cigarettes.But any claim that only believed in three different ways: some believe, some do not believe, and there is a hesitation. There has been no authentic evidence to make sure one of them is really the true Commander Bird. There are so many outstanding issues and stories, but there is one version which I think is very suitable to describe what and who it Penglima Bird. He is a figure depicting the Dayak people in general. Commander of the Bird is the symbol of the Dayaks. Whether it's nature, his actions, and everything about him.



And the reality on the ground breaking all the stereotypes of the Dayak as a cruel, vicious, and violent. In social life, the Dayak people can be fairly shy, still receive newcomers with good, and always maintain the integrity of both religious heritage and rituals. As Penglima birds inhabit the patient and remain calm inland Dayak community too much to give in when loggers and gold miners into their territory.
Although still firmly holds the teachings of the ancestors, there was never any conflict when members of society are turning to the religions brought by immigrants.
Boisterous life of the settlers did not make them angry and do not turn into tension in the space environment is called the Danum Dayak people Ngaju Kaharingan.

 
There is one case Commander Bird down the mountain, that is, when after continuous patient and his patience was exhausted.
Simplicity was identical with the figure of Commander Bird. Although an eminent figure, he does not reside in a palace or a luxury building. He was hiding and meditated in the mountains and with nature. Inland Dayak community has never concerned with the nominal value of money.The newcomers could easily berbarter goods such as coffee, salt, or cigarettes with them. Commander Bird told ra
rely manifest itself, because it is not like the show of strength. Likewise the Dayaks, who are not haphazardly into the city carrying a saber, chopsticks, or arrows.These weapons are generally used for hunting in the forest, and the saber is not released from tainted (sarongs) if no subject is important or urgent. So where is the culture of violence and fury of the Dayaks who was widely talked about and feared?

  
Commander of the birds was a very patient person, but if the limits of his patience had crossed the line, the case will be different. It will become a pemurka. This is really a perfect depiction of the Dayak people are friendly, shy, and the patient, but will be turned into a very vicious and cruel if it is his patience has run out.


Commander of the Birds of wrath will soon go down the mountain and gather his forces.Traditional rituals in West Kalimantan called Red Bowl will be made to collect the soldiers saentero Dayak of Borneo. Bersahut war dances-replication, saber firmly attached at the waist. Those people who had been an excellent would look creepy. The smile on her face disappeared, replaced by malignant eyes like hypnotized. They are ready to fight, Mengayau (beheaded) and take a head that is considered the enemy is everywhere and can only be stopped when the head of the customs that are considered representative of the Commander of the Bird awaken them.


This is what happened in Central Kalimantan town of Sampit few years ago, when the decapitation occurs everywhere in almost every corner of the city. 
Though cruel and ferocious in anger, as well as Bird Penglima Dayak people still cling to the norms and rules which they believe . Among others, it does not pollute the sanctity of places of worship of any religion by destroying it or killing in it.
Because violence in the Dayak community was placed as an option or a last resort, when patience was exhausted and could no longer be a peaceful road traveled, so they believe in their point of view.
Murder, and activities mengayau, in their little hearts could not be done, but because it pushed to the last option and to change what they think is wrong, it should be done. And this is the actual culture of violence is to be feared.

Mystique is very identical to the Dayaks. Vicious and cruel stereotypes still attached. It was not all good, because there are many shortcomings and mistakes. What's more violence, whatever form and for some reason it's revenge, economic, social inequality, and others still can not be justified. An eye for an eye will only lead to blindness for all.Apart from all kinds of legends and myths, or whether the character real.
Commander Bird for me is a symbol of the true figure of the Dayak people.

Amun ikam kada maulah ulun visual cloud, kada gene ulun handak bahual nevertheless opposed casing instead ulun maangkat cloud dingsanak casing, so that in say the Banjar Kalimantan in particular to describe the attitude of the Dayaks.

Okay bro up here was the story of Commander Bird thank you for visiting this simple blog, bye. Peace from Jupitter Pandawa

please copy and paste the article above but


 if you do not mind please list the source of


 the linkback to this blog. thanks ....!!!








Sumber : http://gebyarmanusialangka.blogspot.com/2011/08/misteri-panglima-burung-panglima-perang.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+JagadMisteri+%28JAGAD+MISTERI%29