Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Thursday, 28 June 2012

Mengapa Dalam Photonya Einstein Menjulurkan Lidah ?



Jupitter Smart



Mungkin Anda sering melihat foto Albert Einstein yang satu ini. Einstein menjulurkan lidah yang mudah kita temui di cover majalah, poster dan kaos. Foto tersebut diambil oleh fotografer (Arthur Sasse) pada 14 Mar 1951 di Princeton pada acara ulang tahun ke 72. Foto yang lengkap (aslinya) adalah Einstein sedang duduk di kursi belakang mobil bersama Dr Fank Aydelotte dan istrinya.



Mengapa Einstein menjulurkan lidah?

Yah, inilah pertanyaan banyak orang mengenai foto tersebut. Sebagian orang menganggap bahwa agar genius, maka kita harus mengeluarkan lidah dengan rambut yang acak-acakan. Hm…hanya mitos...

Sebenarnya pada saat itu, Albert Einstein dan Aydelotte baru saja pulang dari acara penghargaan Einstein. Meskipun Einstein sudah duduk di kursi mobil, masih saja reporter dan fotografer mengejar dia. Para wartawan berusaha menahan Einstein, dan Einstein berteriak : “Ini cukup. Ini cukup!”. Namun dasar wartawan, tetap saja mengajukan pertanyaan dan para fotografer terus mengambil gambarnya bersama kerabatnya. Ketika wartawan meminta kesediaan Einstein untuk mengabadikan foto ulang tahunnya, akhirnya iapun menjadi letih dan kesal, lalu ia menjulurkan lidahnya, dengan nada mengejek. Pada saat itu, Arthur Sasse sempat mengabadikan foto Einstein tersebut.

Meskipun demikian, Einstein sangat menyukai foto itu. Ia memotong foto tersebut, sehingga hanya tampak dia sendiri (tanpa memunculkan Aydelotte dan istrinya). Einsteinpun memperbanyak foto tersebut dan mengirim ke teman-temannya.






Sumber ::
http://mukaprimitif.blogspot.com/2012/03/mengapa-di-foto-einstein-menjulurkan.html


jupitter.blogspot.com/


Monday, 25 June 2012

Daftar 5 Orang Terkaya Di Indonesia Tahun 2012



Jupitter Tokoh



Daftar Orang paling kaya Indonesia-Setiap tahunnya, sejumlah majalah ekonomi dan bisnis membuat daftar orang Indonesia terkaya. Khusus tahun 2012 ini, deretan orang terkaya ternyata masih diraih pengusaha di bidang sumber daya alam yang memang melimpah di negeri ini. Siapa saja 5 orang terkaya di Indonesia tahun ini ? :


1. Eka Tjipta Widjaja
Sinar Mas Grup (Rp 108 triliun)

 

Kekayaan tahun ini : US$ 12 miliar/Rp 108 triliun
Kekayaan tahun lalu : US$ 4 miliar, rangking 2

Tahun ini, pria 88 tahun ini memperoleh pendapatan yang sangat tinggi dari kenaikan harga komoditas di pasar dunia. Eka adalah pengusaha dengan bisnis inti komoditas yakni perkebunan, pulp & paper, pertambangan, juga memiliki bisnis properti dan bank.


2. Budi Hartono dan Michael Hartono
Djarum Grup (Rp 103,5 triliun)



Kekayaan tahun ini : US$ 11,5 miliar/Rp 103,5 triliun
Kekayaan tahun lalu : US$ 4,8 miliar, rangking 1


Dua kakak beradik yang masing-masing berumur 70 tahun dan 71 tahun ini adalah dua orang terus masuk daftar orang terkaya di Indonesia. Selain di bisnis rokok Djarum dan turunannya, mereka juga pemegang saham signifikan di BCA.


3. Anthony Salim
Salim Grup (Rp 72 triliun)



Kekayaan tahun ini : US$ 8 miliar/Rp 72 triliun
Kekayaan tahun lalu : US$ 3,6 miliar, rangking 3


Pria 62 tahun ini memang lahir dari keluarga miliuner. Selain menjadi pemegang saham mayoritas grup Indofood, dia juga memiliki bisnis perkebunan, telekomunikasi, dan industri.


4. Martua Sitorus
Wilmar International Holding (Rp 36 triliun)


Kekayaan tahun ini : US$ 4 miliar/Rp 36 triliun
Kekayaan tahun lalu : US$ 2,5 miliar, rangking 5


Martua adalah pria Indonesia berusia 51 tahun yang memiliki kantor utama di Singapura bernama Wilmar International. Bisnisnya juga bergerak di bidang komoditas, mulai dari sawit, biodiesel, dan seterusnya.


5. Aburizal Bakrie
Bakrie Grup (Rp 34,2triliun)



Kekayaan tahun ini : US$ 3,8 miliar/Rp 34,2 triliun
Kekayaan tahun lalu : US$ 2,6 miliar, rangking 4


Pria 64 tahun ini memiliki sejumlah aktivis bisnis, selain juga aktif politikus sebagai Ketua Partai Golkar. Saat ini, dia memiliki bisnis pertambangan , perkebunan, infrastruktur, telekomunikasi, hingga properti.





Sumber ::
http://mukaprimitif.blogspot.com/2012/05/5-orang-terkaya-di-indonesia-2012.html


jupitter.blogspot.com/


Thursday, 8 September 2011

10 Orang Yang Sukses Tanpa Ijazah.



1. Andy F.Noya



Andy F.Noya

Jupitter News _ PimRed Metro TV ini belum lulus sarjana… Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,” tutur Andy.


2. Adam Malik



Adam Malik

Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata gak pernah ngenyam bangku skolah.


3. M. H. Ainun Najib



Emha Ainun Nadjib

Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi).


4. Abdullah Gymnastiar



Abdullah Gymnastiar

kiayi yang kmarin2 ini santer dengan kasus poligaminya,ternyata sukses menjadi kiayi dan wirausahawan (pengusah besar) tanpa ijazah. walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini blm mengambil ijazahnya.


5. Ajip Rosidi



Ajip Rosidi

dengan tak mau mengikuti ujian akhir SMA nya. Dia menolak ikut ujian karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 tahun diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun.
Berikut Sejarah Pendidikan Beliau :
  • Sekolah Rakyat 6 tahun di Jatiwangi (1950)
  • Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953)
  • Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat)

6. Bob Sadino


Bob  Sadino

Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan tidak melanjutkan kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.


7. Andrie Wongso



Andrie Wongso

Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.


8. Purdi E Chandra



Purdi E Chandra

Sosok Purdi E. Chandra kini dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan masuk ke Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 ribu siswa tiap tahun.
Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya.
Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa-apa dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh cita -cita dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius untuk berbisnis.
Kini kabarnya Purdi E. Chandra sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh indonesia.


9. Hendy Setiono



Hendy Setiono

Hendy Setiono (kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 juta atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta


10. Buya Hamka



Buya Hamka

HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara.
Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.




Sumber : http://gebyarmanusialangka.blogspot.com/2011/09/10-orang-indonesia-yang-sukses-tanpa.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+JagadMisteri+%28JAGAD+MISTERI%29

Tuesday, 16 August 2011

Tragedi Hilangnya Amelia Earhart dan Kontroversi Misteri Kematiannya



Jupitter News _ Salam hangat ya bro, kemaren ada sobat yang request mengenai tragedi hilangnya Amelia Earhart secara lengkap, wah gila juga nih pikir aku, kan kontroversi mengenai kehilangannya dibuat dalam berbagai macam cerita, Amerika aja sampai menghabiskan jutaan dolar buat nemuin tu orang, tapi yach demi sobat apalah artinya begadang hehe...jadi bro setelah melihat berbagai literatur dan yang pasti sumber utama wikipedia semoga artikel ini dapat sedikit mengobati rasa rindu penasaran anda ya bro, tentunya banyak kekurangan disana sini nggak papakan..seep, nah kalau begitu kita langsung aja ke TKP.

 
 
Amelia Mary Earhart anak perempuan dari Edwin dan Amy Earhart, adalah seorang pelopor penerbangan, penulis, dan pejuang hak wanita Aamerika Serikat. Earhart adalah wanita pertama yang menerima Distinguished Flying Cross. 

Ia mendapat penghargaan itu karena ia adalah wanita pertama yang terbang sendiri menyebrangi Samudera Atlantik. Ia juga membuat banyak rekor lainnya, menulis buku yang terjual paling banyak tentang pengalaman terbangnya, dan memiliki peran penting dalam pendirian Ninety Nine, organisasi pilot wanita.
 
Earhart hilang secara misterius di Samudera Pasifik di dekat pulau Howland dalam usaha untuk melakukan penerbangan keliling dunia tahun 1937. Ketertarikan mengenai hidup, karier, dan misteri hilangnya Earhart masih tetap berlanjut sampai sekarang.

Disinilah kisah berawal, dari keinginan Amelia Earhart yang akan pensiun pada tahun 1937, tetapi sebelum berhenti bekerja, dia memiliki satu permintaan. Yaitu terbang, mengelilingi dunia.

Amelia Earhart lepas landas dengan pesawatnya Lockheed L- 10E Electra, dari Miami dengan navigator Fred Noonan pada tanggal 1 Juni 1937. 
Setelah berhenti beberapa kali di Amerika Selatan, Afrika, India dan Asia Timur, mereka berakhir di Lae, New Guinea pada tanggal 29 Juni 1937. 

 
                                               Amelia Earhart dan Fred Noonan

Mereka telah menyelesaikan langkah baik perjalanan mereka - sekitar 22.000 mil (35.000km) jarak yang sudah ditempuh. Hanya 7.000 mil (11.000km) tersisa dari perjalanan yang akan menentukan bahwa mereka telah berhasil mengelilingi dunia dan sisa dari perjalanan tersebut akan melewati Samudera Pasifik. 


Ketika pada tanggal 2 Juli (tengah malam), pasangan itu menuju pulau Howland, pulau yang terletak di Samudera Pasifik, namun ternyata mereka telah mengalami sesuatu yang buruk yang merupakan awal dari tragedi ini.
Pemancar 50-watt transmitter yang digunakan oleh Earhart dipasang pada antena kurang-dari-jarak-terbaik tipe-V, sehingga menimbulkan kekacauan gelombang radio.

Transmisi suara terakhir dari Amelia Earhart yang dapat didengarkan sebagai berikut:

“Kami seharusnya tepat di atas anda, tetapi kami tidak dapat melihat anda -- dan bahan bakar hampir habis. Berulang-kali gagal menghubungi anda melalui radio, Kami terbang di ketinggian 1.000 kaki”.

“Kami berada pada garis 157 337. Kami akan mengulangi pesan ini. Kami akan mengulangi pesan ini pada 6210 kilohertz. Tunggu”.

“Kami menjalankan pada garis utara dan selatan”.

Melalui berbagai kesalah pahaman (detail dari kejadian ini masih kontroversial), kemunculan terakhir saat menuju pulau Howland menggunakan navigasi radio tidak berhasil.

                                             Earhart berada di kokpit Electra

Terdapat beberapa transmisi yang merupakan palsu, tetapi yang lainnya dipertimbangkan asli, karena masalah tersebut kapten kapal USS Colorado yang menerima sinyal tersebut berkata “Tidak ada kesangsian banyak stasiun memanggil pesawat Earhart dalam frekuensi pesawat, beberapa dengan suara dan lainnya dengan sinyal. Semuanya menambah kebingungan dari kebenaran laporan tersebut”.

Komunikasi terputus dan mereka menghilang. Upaya pencarian dilakukan satu jam setelah komunikasi terakhir Amelia. 

Jelasnya, sejak saat itu mereka tak pernah ditemukan lagi dan dinyatakan hilang, meskipun upaya pencarian besar yang melibatkan dana $ 4 juta, Angkatan Laut dan Penjaga Pantai. 

                                       Pesawat Lockheed L-10E Electra milik Amelia.

Upaya mereka mencakup pencarian dari Pulau Gardner (sekarang Nikumaroro) yang telah tidak berpenghuni selama lebih dari empat dekade. Sejak itu, beberapa artefak yang telah ditemukan pada Nikumaroro termasuk sepotong Plexiglass jelas dengan ketebalan yang tepat dan lengkungan sebagai jendela pesawat Electra dan sebuah sepatu berukuran sembilan yang tampak seperti sepatu Amelia.
Namun begitu selama beberapa dasawarsa sejak hilangnya Earhart telah banyak desas-desus dan kabar yang beredar (dan seringkali diterbitkan) tentang apa yang mungkin telah terjadi pada diri Earhart dan Noonan.

Beberapa Teori Sekitar
 
Kehilangannya Ternyata Cukup 
 
Menarik

Teori jatuh dan tenggelam
 
Banyak peneliti yang percaya bahwa Electra kehabisan bahan bakar dan menyebabkan Earhart dan Noonan mendarat di atas air. 



Ahli navigasi dan teknisi aeronautika Elgen Long beserta istrinya Marie K. Long telah mencurahkan selama 35 tahun riset yang mendalam terhadap teori “jatuh dan tenggelam”, yang merupakan penjelasan yang saat ini paling diterima mengenai kehilangan tersebut.

Hipotesis pulau Gardner
 
Segera setelah hilangnya Earhart dan Noonan, angkatan laut Amerika Serikat, Paul Mantz dan ibu dari Earhart (yang meyakinkan Putnam untuk melaksanakan pencarian di kepulauan Gardner) semuanya mengungkapkan kepercayaan mereka bahwa penerbangan Earhart berakhir di kepulauan Phoenix (sekarang bagian dari Kiribati), sekitar 550 kilometer tenggara dari pulau Howland.

Hipotesis pulau Gardner dikatakan sebagai "penjelasan yang paling diterima" untuk teori hilangnya Earhart. "Grup Internasional Penyelamatan Pesawat Historis" (TIGHAR) memberi kesan bahwa Earhart dan Noonan mungkin terbang tanpa transmisi radio, lebih lanjut untuk dua setengah jam sepanjang garis posisi yang dicatat Earhart dalam transmisi terakhirnya yang diterima di Howland, tiba di pulau Gardner yang kala itu tidak berpenghuni (sekarang Nikumaroro) yang berada di kepulauan Phoenix, mereka mendarat di dataran karang luas dekat bangkai kapal barang besar dan tewas.

Mata-mata untuk FDR
 
Banyak orang berpikir dia mungkin mata-mata untuk FDR dan Jepang mungkin ada hubungannya dengan kepergiannya. Sebagai contoh, pada tahun 1966, koresponden CBS menerbitkan sebuah buku yang mengatakan Amelia dan Fred ditangkap dan dieksekusi ketika mereka jatuh di Pulau Saipan. buku lain yang diterbitkan termasuk pernyataan seorang putri dari seorang perwira Jepang yang mengklaim ayahnya telah mengeksekusi Amelia sendiri. 

Rumor Tokyo Rose

                               Amelia Earhart dan suaminya, George P. Putnam

Sebuah desas-desus yang lain mengatakan bahwa Earhart telah dipaksa membuat siaran propaganda radio seperti yang dialami oleh banyak perempuan yang dikenal sebagai Tokyo Rose. Menurut sejumlah biografi Earhart, George Putnam menginvestigasi desas-desus ini secara pribadi, namun setelah mendengarkan banyak rekaman-rekaman dari sejumlah orang yang disebut Tokyo Rose, ia tidak mampu mengenali suara Earhart di antaranya.

Teori Rabaul
 
David Billings, seorang pembuat pesawat Australia, menegaskan sebuah peta dan memberi kesan tempat jatuhnya pesawat Earhart berada 40 mil barat daya dari Rabaul. Billings mengspekulasikan Earhart berputar kembali dari Howland dan mencoba untuk mencapai Rabaul untuk mengisi bahan bakar. Namun faktanya pencarian di lapangan tidak berhasil.

Diculik BETA


Nah ini yang cukup menghebohkan beberapa orang menyalahkan Benda Terbang Aneh (BETA) sebagai penyebab hilangnya Amelia Earhart. Tetapi tidak ada bukti yang mendukung pendapat-pendapat ini, yang kesemuanya telah ditolak oleh para sejarawan yang serius.

Menyamar Sebagai Identitas Lain

                                                        Irene Craigmile Bolam

Seorang penulis Joe Klaas dalam bukunya buku Amelia Earhart Lives (1970) bahkan mengklaim bahwa sebenarnya Amelia menyelesaikan penerbangan, dan Amelia Earhart diduga selamat pada saat penerbangan keliling dunia tahun 1937 untuk kembali ke Amerika Serikat dan memulai hidup di bawah nama samaran - Irene Craigmile Bolam.


Irene Craigmile Bolam yang menjadi bankir di New York selama tahun 1940, menolak pernyataan bahwa ia adalah Earhart dan melakukan penuntutan perkara, meminta $1.5 juta dan membuat sebuah pernyataan tertulis yang sah dan ia menyangkal klaim tersebut. 

Penerbit buku Amelia Earhart Lives, McGraw-Hill, menarik buku dari pasar segera setelah dirilisnya dan pengadilan mengindikasi bahwa mereka melakukan penyelesaian dengan Irene Craigmile Bolam di luar pengadilan.
 
Kembali kita ke penyelidikan tentang hilangnya pesawat Electra yang diterbangkan dari Miami oleh pilot Amelia Earhart dengan navigator Fred Noonan dan ditemukannya artefak-artefak yang mendukung riset dalam usaha pencarian itu. Tapi benarkah semua bukti tersebut?

Benarkah Tulang Ruas Jari Amelia Earhart Telah Di Temukan?


Awalnya, tulang yang ditemukan di pulau bernama Nikumaroro itu dianggap sebagai tulang penyu. "Sirip penyu memiliki tulang seperti ruas jari," kata Ric Gillespie, direktur eksekutif TIGHAR (The International Group For Historic Aircraft Recovery) yang sudah lama menyelidiki kematian Earhart. Tapi Tom King, arkeolog yang membuat katalog tulang penyu, meragukan status tulang tersebut.

King menjelaskan kalau sisa-sisa penyu yang ditemukan di daerah itu hanya ada bagian karapas dan plastron (cangkang dan dada). "Tidak ada bagian tubuh. Bagaimana bisa ada ruas jari di pulau itu," kata Gillespie.
Investigasi TIGHAR ini akan bertentangan dengan asumsi kalau pesawat Earhart yang bernama "Electra" jatuh di laut karena kehabisan bahan bakar pada 2 Juli 1937.

Setelah 22 tahun penelitian dan 10 ekspedisi, bukti-bukti yang TIGHAR peroleh mengarah kalau nikumaroro merupakan tempat meninggalnya Earhart dan navigatornya, Fred Nourem. Mereka mendarat di pulau tak berpenghuni tersebut dan meninggal di sana. Beberapa artifak yang berhasil diangkat mendukung hal itu. Beberapa tanda yang menarik adalah adanya sisa kebakaran kecil di dekat tulang burung dan tulang ikan, tempurung besar diletakkan terlentang yang sepertinya dipakai untuk menampung air hujan, cermin kecil yang sudah rusak, dan botol dengan alas yang sudah meleleh.

Untuk memastikan statusnya, tulang tersebut akan menjalani pengujian di Molecular Science Laboratories di Oklahoma University di Norman.

Bukti Otentik Amelia Earhart di Temukan?

Petunjuk-petunjuk baru dalam misteri hilangnya penerbang wanita pertama Amelia Earhart muncul berdasarkan penelitian di kawasan pulau Pasifik Selatan.


Tiga potongan dari pisau kantong dan bagian-bagian dari apa yang mungkin bisa disebut wadah kaca kosmetik menambahkan bukti bahwa Earhart dan navigatornya Fred Noonan mendarat dan akhirnya meninggal sebagai orang terdampar di Nikumaroro, sebuah pulau tropis tak berpenghuni di baratdaya Pasifik republik Kiribati. Pulau itu berada sekitar 300 mil di tenggara Pulau Howland yang merupakan tujuan mereka waktu itu.

"Obyek-obyek ini potensial untuk menghasilkan DNA, secara spesifik apa yang dikenal sebagai 'touch DNA'," Ric Gillespie, direktur eksekutif The International Group for Historic Aircraft Recovery (TIGHAR), mengatakan pada Discovery News dalam sebuah interview lewat email dari Nikumaroro.

Gillespie dan timnya akan mencari di pulau kecil itu sampai 14 Juni 2010 demi bukti bahwa pesawat bermesin kembar Earhart, "Electra", tidak jatuh di lautan dan tenggelam, sebagaimana yang diasumsikan setelah pencarian besar-besaran yang sia-sia yang mengikuti hilangnya sang aviatrix pada 2 Juli 1937 silam.

 
 
Tinggi, ramping, pirang dan berani, Earhart terbang melewati Samudera Pasifik dalam usaha mencetak rekor untuk terbang mengelilingi dunia pada garis equator. Dalam transmisi radio terakhirnya Earhart melaporkan bahwa pesawatnya kehabisan bahan bakar.

Menurut Gillespie, kemajuan terkini dalam mengekstrak DNA dari benda-benda yang disentuh bisa membantu mengungkapkan misteri penerbangan yang kronis ini.

"Jika DNA dari obyek-obyek yang ditemukan itu cocok sampel refrensi Earhart yang saat ini berada di lab DNA tempat kami mengerjakannya, kita akan mendapatkan apa yang paling orang mungkin pertimbangkan sebagai bukti konklusif bahwa Amelia Earhart menghabiskan hari-hari terakhirnya di Nikumaroro," ujar Gillespie.

Penggalian yang sedang berlanjut berfokus pada kawasan tenggara pulau, di sebuah area yang disebut Seven Site. Dirimbuni oleh semak Scaevola frutescens, situs ini dikenal sebagai tempat dimana sebagian kerangka dari seorang yang terdampar yang ditemukan pada tahun 1940.

Laporan forensik menyebutkan itu adalah milik seorang wanita kulit putih Eropa utara, tinggi sekitar 5 kali 7 inci, tinggi yang cocok dengan Amelia Earhart. Sayangnya tulang-tulang itu hilang.

Gillespie percaya bahwa banyak tulang-tulang yang mungkin diambil oleh kepiting kenari, mengesankan sebuah akhir yang mengenaskan dari Earhart. bagaimanapun, bagian-bagian dari kerangka itu yang tidak ditemukan pada 1940 mungkin masih ada disana, tersebar diantara semak.

Para peneliti juga menemukan pola bekas api dan akan menggali area tersebut, sementara anggota tim lain mengeksplorasi lereng karang barat, sebuah landasan koral di ujung barat pulau itu.

Menggunakan Remote Operated Vehicle (ROV), mereka berencana untuk melakukan pencarian bawah laut untuk menemukan puing-puing "Electra" milik Earhart.

Menurut para peneliti, alam yang curam dari lereng karang itu membuatnya mungkin bagi puing-puing jatuh mungkin sejauh 1,000 kaki di dalam laut.

Thomas Crouch, Kurator Senior dari Museum Dirgantara Nasional Amerika Serikat pernah menyatakan bahwa Elektra milik Earhart/Noonan "jatuh dari ketinggian 18.000 kaki" yang mungkin menghasilkan sebaran artefak yang dapat menandingi penemuan-penemuan Titanic, seraya menambahkan "...misteri ini adalah bagian dari apa yang membuat kita terus tertarik. Dalam hal ini, kita terus mengingatnya (Earhart), karena ia adalah orang hilang favorit kita”.


Hilangnya Amelia Earhart masih menjadi misteri dan menarik perhatian banyak orang dari klaim lainnya atas penerbangan terakhirnya. Beberapa teori konsprasi telah banyak diketahui dalam budaya populer. 

Apakah ini Legenda, cerita atau hanya klaim tanpa dukungan?

Nahhhh...bagaimana menurut andaaaa.....??? 

Apa kesimpulan yang mungkin mendekati hasil akhir dari pencarian tragedi Amelia Earhart?
 
 
 
Sumber : http://gebyarmanusialangka.blogspot.com/2011/08/tragedi-hilangnya-amelia-earhart-dan.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+JagadMisteri+%28JAGAD+MISTERI%29